cara-mengatasi-kegagalan-dalam-bisnis
Tetap jaga kewajiban beribadah.
Begitulah, dan beginilah cara mengatasi atau menghadapi suatu kegagalan bisnis usaha anda. Namun, pada pembahasan kali ini yang lebih tepatnya adalah tentang berani menghadapi kegagalan usaha. Catatan ini memang lumayan panjang, karena saya ambil dari keterangan buku "Jangan Jadi Pengusaha Kalau Nggak Punya Nyali" Mas Dika Andrianto. Walaupun pada pembahasan ini cukup panjang lebar, tapi insya allah akan ada manfaatnya, dan beberapa point yang akan kita bahas adalah tentang menghadapi kegagalan, dan mengubah kegagalan menjadi sebuah kekuatan.

Berani Menghadapi Kegagalan.

Ketika kita ingin menjadi pengusaha sukses, maka kita juga harus siap menghadapi kegagalan demi kegagalan. Kesuksesan sebenarnya bagian dari tumpukan kegagalan. Kesuksesan tidak datang begitu saja. Kesuksesan datang saat kegagalan demi kegagalan telah menghantam kita. Kalau kita ingin menjadi pengusaha sukses, tetapi tidak tahan banting dalam menghadapi pelbagai badai cobaan, termasuk kegagalan, maka mulai saat ini, berhenti, dan urungkan niat menjadi pengusaha. Menjadi pengusaha yang sukses itu harus juga belajar menerima dan menghadapi kegagalan secara bijaksana.

Semua orang sukses berawal dari kesiapannya dalam menghadapi kegagalan. Albert Einstein, H. Killer doktor yang buta, tuli, dan bisu, dan Thomas J. Watson bisa menjadi sukses karena mereka bijak dalam menghadapi kegagalan. Seperti Watson pendiri IBM, ia memiliki seorang eksekutif IBM yang memiliki prospek cerah. Seorang eksekutif tersebut melakukan kesalahan transaksi yang merugikan perusahaan hingga jutaan dollar. Watson memanggil ekskutif muda tersebut ke kantor. Spontan, eksekutif tersebut berkata,
"Saya tahu, anda pasti meminta saya untuk memundurkan diri, bukan, ?"
 "Kita tidak perlu cemas, kami baru saja mengalami kerugian jutaan dollar, adalah untuk mendidik kita." Begitu jawaban Watson. Sungguh, tidak terhingga pengalaman yang menelan jutaan dollar tersebut dianggap sebagai kegagalan yang harus diambil hikmah untuk bangkit kembali. Kalau saja Watson tidak mampu menghadapi kegagalan, maka ia tentu akan memecat ekskutif baru itu.

Solusi memecat ekskutif baru bukan jalan yang tepat. Sebab, belum tentu ekskutif baru akan selalu mulus menjalankan tugas-tugasnya. Watson dengan bijak menghadapi kegagalan dengan tetap mempertahankan ekskutif baru itu. Pada saat itu pula, eksekutif muda, dan tidak mengira akan tetap dipertahankan itu mempunyai komitmen dan semangat yang lebih untuk bekerja dan menjadi berhasil dalam setiap urusan perusahaan. Kegagalan bagi Watson, bukan bencana yang harus disikapi dengan reaktif.

Billy P.S Lim, motivator kelas dunia yang berbasis di Malaysia, pernah menanyakan kepada peserta training-nya tentang satu masalah menarik, "Mengapa seseorang akan tenggelam jika jatuh ke dalam air, ?"
cara-mengatasi-kegagalan-bisnis
Bertahan, jangan sampai tenggelam.
Beragam jawaban dilontarkan, tapi tidak ada satu pun yang bisa diterima oleh Lim. Akhirnya, ia memberi tahu jawabannya, "Seseorang tenggelam karena ia menetap di situ (satu tempat), dan tidak menggerakkan dirinya ke tempat lain." Jawaban tersebut mengandung filosofi yang sangat kuat untuk kita jadikan pegangan hidup. Artinya, dalam menempuh kehidupan, seseorang dituntut selalu bangkit setiap kali gagal, dan jatuh.

Dalam dunia usaha pun, tidak jauh beda. Kalau kita memulai sebuah usaha, lalu menemui kegagalan, dan berhenti, maka tamatlah usaha kita. Ketika kita gagal, berhenti bukanlah sebagai jalan atau solusi. Tetapi, teruslah bergerak dan beringsut dari kegagalan itu untuk menjemput kesuksesan. Kegagalan permanen itu hanya dimiliki oleh pengusaha yang tidak bergerak. Ia terus terkurung, dan terkungkung dalam dekapan kegagalan, sehingga terus tenggelam dalam kegagalan secara permanen.

Secara lebih ekstrem, John. F. Kennedy pernah mengatakan bahwa hanya orang yang berani gagal total yang akan mencapai keberhasilan total. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa seseorang yang sukses itu bukan berangkat dari sesuatu yang instant, dan datang secara tiba-tiba. Kesuksesan yang tinggi itu hanya bisa didapat setelah melalui lorong panjang berliku yang bernama kegagalan. Nyaris mustahil seseorang yang mencapai puncak kesuksesan tanpa melalui kegagalan demi kegagalan.

Kegagalan terdengar kurang nyaman bagi kita, dan kebanyakan orang.

cara-mengatasi-kegagalan.
Seraaaam. Hehehe.
Kegagalan tentu bukanlah sesuatu yang disukai atau diimpikan. Kegagalan datang tidak diundang. Kalau kita lari, dan menjauh dari kegagalan, maka tentu tidak akan berkembang. Kegagalan itu harus dihadapi secara jantan, dicari akar masalahnya, kemudian dipecahkan. Itulah salah satu cara kita menghadapi atau mengatasi sebuah kegagalan bisnis. Kalau kita ingin menjadi pengusaha sukses, jangan berhenti dan dia saat ditimpa kegagalan. Anggaplah kegagalan itu sebagai guru yang akan mengarahkan, membimbing, dan membawa kita menuju tangga kesuksesan

Banyak kegagalan yang datang kepada kita karena kita terlalu tidak percaya diri dan menganggap kemampuan kita jauh lebih rendah dibandingkan orang-orang yang sukses. Pikiran rendah diri adalah awal yang buruk. Ketika kita berpikir atau berprasangka buruk, maka seluruh alam, dan sekitarnya akan turut mendoakan terjadinya sesuatu yang kita bentuk sendiri di dalam pikiran. Pikiran buruk itu biasanya akan terjadi dalam bentuk tindakan hingga pada akhirnya datanglah yang namanya kegagalan. Sebelum kegagalan itu datang bertubi-tubi pada kita, maka buanglah jauh-jauh pikiran buruk itu, dan bentuk diri kita sebagai orang yang mampu melakukan yang terbaik dalam hidup, baik dalam bidang usaha, dan beribadah.

Mengubah suatu kegagalan menjadi sebuah kekuatan.

Salah satu cara untuk mengubah kegagalan menjadi kekuatan adalah dengan mengubah cara berpikir. Jika kita selalu berpikiran negatif terhadap semua hal yang terjadi, termasuk kegagalan, maka kegagalan itu akan menjadi besar. Sebaliknya, jika kita selalu berpikir positif terhadap kegagalan, maka kegagalan itu akan menjadi kekuatan. Pikiran positif mampu mengubah kegagalan menjadi kekuatan, dan dari kekuatan menuju kesuksesan.

Pikiran, dan perilaku positif menjadi pondasi untuk membentuk dan menciptakan kehidupan yang positif. Seseorang yang selalu berpikir dan berperilaku positif, maka hari-harinya pun selalu dipenuhi dengan hal-hal yang positif, termasuk dalam konteks rezeki. Cukup banyak penelitian yang membuktikan bahwa berpikir positif adalah awal dari terciptanya kehidupan yang positif pula.

Kalau kita berpikir positif ketika bertemu dengan orang lain, maka mereka juga akan berpikir positif terhadap kita. Kalau kita berpikir positif terhadap teman kerja, maka mereka pun akan memperlakukan positif terhadap kita. Kalau kita memperlakukan anak kita layaknya anak cerdas, maka anak itu akan cerdas. Dan, kalau kita berpikir positif bahwa usaha kita akan lancar, maka cukup besar potensi usaha kita untuk sukses, dan insya Allah, kita akan mendapatkan rezeki yang melimpah.

Socrates pernah mengatakan bahwa dengan pikiran, seseorang bisa membuat dunianya berbunga-bunga, atau berduri-duri. Sesuatu yang terjadi pada hari ini sebenarnya produk dari pikiran kita kemarin. Dan, sesuatu yang akan terjadi esok hari juga tergantung pada produk pikiran kita hari ini, dan kehendak tuhan yang maha kuasa. Kalau hari ini kita tidak berpikir "bisa", maka besok kita tidak akan "bisa".

Pikiran menjadi awal kesuksesan seseorang. Kalau hari ini kita berpikir positif ihwal kemajuan usaha kita, maka itu akan memompa semangat untuk bekerja lebih serius. Tentu, kita tidak akan menjadikan alasan malas sebagai penghalang, karena itu sudah hilang dengan cara berpikir positif. Sebaliknya, jika kita sudah berpikir negatif bahwa hari ini kita tidak akan membawa perkembangan bagi kemajuan perusahaan kita, maka itu juga berpengaruh terhadap perkataan, dan perilaku kita yang juga negatif.

Kesuksesan akan datang dalam bentuk "bisa", dan kegagalan akan terjadi dalam bentuk "tidak bisa". Kalau kita mendapatkan sebuah tantangan baru, kemudian langsung bilang "tidak bisa", maka besar kemungkinan kita tidak akan bisa. Tapi, kalau kita bilang "bisa", maka itu adalah awal yang baik untuk menjemput sesuatu menjadi bisa. Kesuksesan, dan kegagalan tergantung pada pikiran kita. Dengan demikian, berpikirlah positif saat kegagalan itu datang. Hal itu akan mengubah kegagalan menjadi kekuatan, yang pada gilirannya menuju jalan kesuksesan. Pikiran, dan tindakan positif tidak hanya bisa menjadi jembatan emas keberhasilan, tetapi bisa menyulap kegagalan menjadi sesuatu yang berarti, dan bermakna bagi hidup kita. Berpikirlah positif terhadap semua keadaan.

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung, dan kiranya kurang keren jika anda tidak berkomentar untuk memberikan kritik, saran, dan lain sebagainya. Tapi jangan masukkan link aktif, karena sudah banyak komentar yang saya hapus sebab menggunakan link aktif.