Full day school, dampak negatif, atau positif ?

pendapat-tentang-full-day-school-dampak-negatif-atau-positif

 Tulisan ini idak bermaksud untuk menyalahkan atau membenarkan pendapat seseorang, terlebih pendapatnya pemerintah. Karena memang pada dasarnya, sudahlah wajar apabila kita mempunyai pendapat, dan mencoba untuk merealisasikan pendapat tersebut. Akan tetapi, apabila kita hendak menentukan suatu pendapat, pokok utamanya adalah pikirkan secara matang terlebih dahulu untuk menentukan suatu pendapat, serta argumen yang tepat untuk mengaplikasikan pendapat tersebut. Terlebih kaitan dengan pendapat yang adanya kemanfaatan, dan dampak negatif pada masyarakat umum (siswa).

Pemerintah mungkin mempunyai argumen atau alasan yang tepat untuk menerapkan sistem pembelajaran sekolah umum secara full (Full Day School). Namun apakah argumen tersebut sudah ditinjau dari beberapa kalangan siswa-siswi sekolah ?.
Kita sudah tahu sedikit tentang negara indonesia. Indonesia penuh dengan penduduk atau masyarakat yang sangat beragam, seperti perbedaan suku, adat, bahasa, bahkan sampai dengan perbedaan agama. Dengan itu, apakah penerapan sistem pembelajaran secara full, itu pas ketika diterapkan dalam negara kita ini ?.

Pendapat tentang Full Day School di atas, 

ada pembahasan yang harus dikaji lebih dalam.
PERTAMA
Mengenai Mendikbud, (Menteri Pendidikan, dan Kebudayaan) yang mempunyai argumen untuk menerapkan full day school, menurut kami, argumen tersebut kurang tepat, karena kurang relevan dengan tuntutan, dan pertentangan perkembangan zaman.
 Apabila dalam rangka penerapan full day school, pemerintah mempunyai alasan karena demi tuntutan, dan pertentangan perkembangan zaman, itu kurang tepat, karena sama saja pemerintah menguras penuh kinerja otak siswa, dan siswi. Kita pastinya tahu, kalau suatu perkara apabila digunakan lebih dari standar kemampuannya, akan berdampak negatif pada perkara tersebut. Dan yang harus kita ketahui, adalah kegiatan siswa-siswi sekolah tidak hanya di sekolah. Ada yang membantu orang tua setelah pulang sekolah, ada yang melakukan kegiatan ngaji, dan lain sebagainya.

Alasan berikutnya tentang kurang tepatnya Mendikbud mempunyai gagasan untuk menerapkan full day school, itu karena belum memandang dari keumuman pola pikir siswa.
Tutur Mendikbud yang kami baca di salah satu situs berita,

"kalau anak-anak masih berada di sekolah, mereka bisa mengerjakan tugas-tugas sekolah sampai dijemput orang tuanya."
Di ambil dari .....
http://edukasi.kompas.com/read/2016/08/08/12462061/ini.alasan.mendikbud.usulkan.full.day.school.

Sekarang waktunya untuk kita berbicara realita.
Kebanyakan siswa, baik SD, SMP, sampai pada perguruan tinggi, rasa semangat, dan konsentrasi otak untuk memikirkan materi pelajaran apabila sudah memakan waktu cukup lama, rasa semangat, dan konsentrasi tersebut, pastinya akan berkurang. Terus bagaimana caranya mereka bisa mengerjakan tugas sekolah dengan penuh semangat, dan konsentrasi ?.apabila rasa semangat mereka sudah berkurang.
 Ingat,, Pengajar yang baik tidak hanya menyampaikan materi, akan tetapi perlu juga mempunyai cara, atau trik agar si murid tetap semangat, dan konsentrasi pada materi yang disampaikan pengajar. Mungkin pengajar pun akan merasa sulit memberi semangat murid, ketika memang waktunya kurang tepat untuk memberikan semangat, semisal tetap memberi pelajaran pada waktunya otak mereka untuk istirahat sejenak.

KEDUA
Menyikapi pendapat mendikbud tentang penerapan

full day school bagi siswa yang beragama islam.

Dia berkata sedemikian,
"Dari pihak sekolah bisa mendatangkan ustad yang sudah jelas diketahui latar belakangnya. Jika mereka ngaji di luar, dikhawatirkan mereka peserta didik akan diajarkan hal-hal yang menyimpang".

Sebetulnya, berapa persenkah peran pendidikan sekolah umum di indonesia dalam mendidik peserta didik ?, sampai-sampai dia punya gagasan seperti itu. Coba kita tengok di luar sana tentang pergaulan anak sekolah. Mohon maaf, hanya berbicara sedikit tentang kenyataan di masyarakat kita. Tidak bermaksud menyudutkan salah satu pihak.

Sudah banyak anak bangsa yang pergaulannya melampaui batas wajar, seperti tidak terhitungnya siswa atau siswi yang melakukan sex, banyak yang hamil meski masih sekolah, dan masih banyak lagi.
Itu semua disebabkan karena apa ? Atau karena siapa ?.
Kemungkinan besar semua itu terjadi karena kurangnya pantauan, ketegasan dari orang tua. Banyak orang tua seolah tidak perduli anaknya pulang jam berapa dari sekolah, banyak yang tidak perduli anaknya benar-benar pergi ke sekolah untuk menuntut ilmu, atau hanya sekedar berangkat sekolah, terus main, dan masih banyak lagi contoh sikap orang tua yang kurang perduli pada anaknya yang mengakibatkan moral siswa berkurang.
Lebih-lebih apabila sampai full day school diterapkan, kemungkinan besar orang tua akan lebih sulit menjangkau anaknya karena seharian ada di sekolah.
Dari zaman dahulu, kebanyakan pihak sekolah hanya mampu memantau murid apabila di dalam kelas. Setelah usai pelajaran, guru akan melakukan kegiatan lainnya.

KETIGA
Solusi mengenai full day school.
Kami hanya bisa memberi solusi, "penerapan full day school lebih baik tidak ditetapkan untuk mencegah berkembangnya permasalahan di atas. Akan lebih baiknya, sistem pendidikan sekolah untuk lebih di ketatkan".

Dampak Positif mengenai full day school.
Kalau membaca di salah satu situs, ada juga oknum yang beranggapan ada nilai positif kaitan dengan penerapan full day schol, yang berdasarkan dari ucapan Mendikbud, "siswa bisa mengerjakan tugas sekolah sampai orang tuanya menjemput ke sekolah."

Namun menurut kami, alasan Mendikbud seperti di atas, justru itu salah satu dampak negatif penerapan full day school. Kami katakan dampak negatif, karena memandang dari keumuman siswa, yaitu rasa semangat dan konsentrasi otak akan berkurang apabila melebihi batas kemampuannya.
Maka yang dapat kami simpulkan, mungkin tidak ada nilai positif tentang penerapan full day school.

Diatas adalah sebab ketidaksetujuan kami mengenai full day school.
Kami tulisankan guna memenuhi tugas Mid Semester materi manajemen pendidikan.

Nama : Mursi
PAI B SEMESTER TIGA



Previous
Next Post
0 Komentar untuk "Pendapat tentang full day school (dampak negatif atau positif ?)"

Terima Kritik dan Saran..