Contoh Makalah Tentang Al-quran (i'robul quran)


MAKALAH I'RABUL QURAN
Disusun guna memenuhi mata kuliah
ULUMUL QURAN
Dosen Pengampu : Usman S.Ag M.Ag

makalah-tentang-al-quran
Di Susun Oleh:
Mursi 
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG
2015



A.    Pendahuluan
Dalam struktur susunan bahasa arab, terkadang suatu lafadz itu bisa dapat berubah harokat pada huruf ahir nya yang kebanyakan di sebabkan oleh perbedaan kondisinya dalam kalimat karena adanya perbedaan amil yang memasukinya dan terkadang juga ada yang tetap tanpa ada perubahan di ahir kalimat meskipun ada beberapa amil yang masuk pada lafadz. Untuk jenis yang di sebutkan pertama yang mengalami perubahan pada harokat dalam susunan bahasa arab di namakan dengan mu’rab, sedangkan jenis yang di sebutkan bagian kedua yang tidak mengalami perubahan pada ahirnya kalimat di namakan dengan mabni. Dengan demikian lafadz mu’rab itu kebalikan dari lafadz yang mabni.
Perubahan suatu lafadz yang di sebabkan oleh ‘amil yang masuk  itu di namakan dengan i’rab dan apabila tidak adanya perubahan pada suatu lafadz itu dinamakan dengan mabni atau bina’.
B. Rumusan masalah
1. apa pengertian dari I’rabul Quran ?
2. Penulisan dan pengumpulan alquran.


C. Pembahasan
1. Pengertian i’rab.

I'rob menurut ulama ahli nahwu yang sebagian di ungkapkan dalam kitab al-jurumiyah yaitu :
الإعراب هو تغيير اواخرالكلم لاختلاف العوامل الداخلة عليها لفظا او تقديرا
“i’rab adalah perubahan beberapa ahirnya kalimat yang di sebabkan oleh berbeda-bedanya amil yang masuk pada kalimat tersebut baik secara lafadz atau kira-kira.” 
Seperti contoh pada lafad والعصر yang berada di surat العصر. Huruf ro terbaca kasroh karena adanya amil jer berupa wawu kosam. 
Dan apabila kita menginginkan dalam pembacaan alquran dengan benar, kita harus mempelajari ilmu tajwid. Dan ketika kita berharap mengetahui tentang perubahan kharokat, maka ilmu nakhu dan sorof yang harus dipelajari.
Dalam bahasa arab banyak di sekali di temukan suatu lafadz yang mempunyai makna dan saling berlawanan, yang mana perbedaan keduanya hanya terletak pada harokatnya saja, seperti pada lafadz جِلسَة dengan memberi harokat pada huruf jim nya dan pada lafadz جَلسَة  dengan memberi harokat pada huruf  jim nya.lafadz yang di sebutkan pertama mempunya makna cara,ragam atau kebiasaan duduk sedangkan lafadz yang kedua mempunyai arti persidangan.demikian juga lafadz ضُحَكة yang mendhomahkan huruf ض dan mengfathah kan huruf ح yang berarti seoarang laki-laki menertawakan orang lain secara berlebihan.vdalam hal ini Shighot yang digunakannya adalah Shighoh mubalaghah (berlebih-lebihan).berbeda dengan lafadz ضُحْكة  dengan mendhomah huruf ض  dan mengsukun hurufح yang berarti oarang yang menjadi bahan tertawaan.
Pengetahuan mengenai masalah ini sangant lah penting ,di karenakan dengan ilmu ini pula bisa dapat di ketahui beberapa makna-makna yang terdapat dalam Al-Qur’an.dalam sebuah riwayat hadis di jelaskan bahwa mempelajari ilmu itu sama dengan mempelajari Al-Qur’an.dalam hal ini imam al-darimi telah meriwayatkan dari ‘Umar bin al-Khathab yang mengatakan bahwa: Pelajarih struktur bahasa (al-lahn),ilmu faroidh,dan sunnah sebagaimana kalian mempelajari ilmu al- Qur’an.bahkan seorang dengan sengaja membaca surah QS.al-Hasyr/59:24 yang berbunyi :
. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Dan tanpa memperhatikan ilmu ini bisa menjadikan nya kafir. Kekufuran tersebut, sebenarnya hanya lebih di sebabkan oleh kesalahan di dalam memberikan harokat. Dalam al-qur’an tersebut ayat yang artinya :
“ Dialah allah yang menciptakan,yang mengadakan,yang membentuk rupa.”
Kalau seandainya lafadz (المصوّر)  dengan memberi tanda – padaو nya maka akan sangat signifikan sekali perubahannya yaitu ‘yang terbentuk’ yang dalam hal ini sangat tidak munkin terjadi pada tuhan,Allah.
Oleh karena itu sangat pentingnya ilmu ini,maka menjadi keharusan seseorang yang hendak memahami al-Qur’an untuk mempelajarinya terlebih dahulu. Dengan ilmi ini dapat di ketahui seluk-beluk al-Qur’an dan menjauhkan dari kekeliruan,juga dapat diketahui struktur bahasa al-Qur’an,apakah mengunakan struktur al-jumlah al-islamiah (kalimat nominal) atau mengunakan al-jumlah al-fi’liah (kalimat verbal), dan lain sebagainya.
Di riwayatkan dari Yahya bin ‘Atiq.ia berkata kepada Hasan:
wahai Abu sa’id bagaimana jika ada seseorang yang mempelajari bahasa arab ,yang deng’. lan nya ia ingin dapat membaca dan mengucapkan bahasa arab dengan baik?”.lalu Hasan menjawab: “hai anak saudaraku,pelajarilah bahasa arab,sebab seseorang yang membaca ayat al-Qur’an dan mengetahui seluk beluknya,maka ia tidak akan keliru.seoarng yang mengkaji kitab Allah dan berusaha untuk mengungkap rahasia-rahasianya hendaklah ia mengkaji bentuk-bentuk kalimat dan juga kedudukannya masing-masing,`apakah`ia`berstatus sebagai 
mubtada’,khabar,fail,maf’ul,mabadi’al kalam (permula’an kalimat),su’al wal jawab (soal dan jawab),dan lain sebagainya.
2. Penulisan dan pengumpulan alquran pada masa sahabat.
Penulisan dan Jām’ al-Qur’ān (pengumpulan Alquran) oleh para ulama mempunyai dua pengertian. Pertama, pengumpulan dalam arti hifzhuhu (menghapalnya dalam hati) . Inilah makna yang dimaksudkan dalam firman Allah kepada Nabi-Nabi senantiasa menggerak-gerakkan kedua bibir dan lidahnya untuk membaca Alquran. Ketika Alquran itu turun kepadanya sebelum Jibril selesai membacakannya, karena ingin menghapalnya. Sebagaimana diinformasikan dalam QS. Al-Qiyâmah (75):16 – 19:
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Alquran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, Sesungguhnya atas tanggungan kamilah penjelasannya.
Orang-orang yang hapal Alquran disebut juga dengan Jummā’ al-Qur’ān atau Huffazhu al-Qur’ān. Maka adapun penghimpunan Alquran dalam arti penghapalannya dan penyemayamannya dengan mantap dalam hati, sesungguhnya Allah telah mengaruniakan kepada Rasul-Nya terlebih dahulu sebelum kepada yang lain. Beliau dikenal sebagai Sayyid al-huffazh dan sebagai Awwal al-Jummā’.Kedua, pengumpulan dalam arti kitabatuhu kullihi (penulisan Alquran semuanya) baik dengan memisah-misahkan ayat-ayat dan surah-surahnya ,atau menertibkan ayat-ayat semata dan setiap surah ditulis dalam satu lembaran secara terpisah, ataupun menertibkan ayat-ayat dan surah-surahnya dalam lembaran-lembaran yang terkumpul yang menghimpun semua surah, sebagaimana ditulis sesudah bagian yang lainnya. 


D. Kesimpulan
Suatu bacaan atau tulisan arab, pastilah ada pengi'roban karena berbeda-bedanya amil. Baik i'rob yang nampak jelas atau dhohir, dan  i'rob yang berupa takdir atau kira-kira.
Membahas tentang i'rob, itu ilmu yang diletakkan pada penulisan bukan hafalan. Yang mana keterangan diatas menyebutkan tentang penulisan dan pengumpulan alquran pada masa sahabat, ada dua pengertian. Pertama, makna pengumpulan alquran diartikan sebagai hafalan. Kedua, makna pengumpulan alquran diartikan sebagai penulisan.
cara, atasi, blog, blogger


DAFTAR PUSTAKA

Al-shanhaji,Syeikh Abu Abdillah Muhammad bin Dawud.Kitab Jurumiyah. T,t.
Https://youchenkymayeli.blogspot.co.id/2012/06/sejarah-pengumpulan-al-quran.html?m=1

Sedemikian yang dapat kami sampaikan kaitannya dengan

contoh makalah Tentang Al-quran " i'robul quran".

baca juga tentang
Previous
Next Post
0 Komentar untuk "Makalah Tentang alquran (i'robul Quran)"

Terima Kritik dan Saran..