Makalah khaid, nifas, dan istihadoh.


Sebelum membahas makalah tentang haid, nifas, dan istihadoh,  sebatas himbauan, ini hanya sekedar ringkasan dari angkatan kelas kami. jadi mohon maaf apabila terlalu singkat. Tapi semoga ada poin-poin yang dapat bermanfaat.


Dan barangkali berminat, silahkan baca juga   😜👉makalah irobul quran.

1. PENDAHULUAN

Pembahasan soal darah pada wanita, seperti haid, nifas, istihadoh adalah pembahasan yang paling sering ditanyakan wanita.
Pembahasan ini juga merupakan pembahasan yang tersulit dalam ilmu fiqih sehingga banyak yang keliru memahaminya. Meski pembahasannya sudah sering terulang-ulang disampaikan, masih banyak kaum muslimah yang belum memahami kaidah dan perbedaan dari tiga darah tersebut (haid, nifas, istikhadah).
Hal yang pertama akan kita bahas adalah masalah tentang khaid. Darah khaid keluar dari dalam rahim yang datang pada waktu tertentu, dan keluarnya darah ini bukan karena penyakit melainkan sudah sunatullah yang telah ditetapkan pada wanita.

Berbagai persoalan dan masalah banyak yang muncul dalam bab ini. Oleh karena itu, kami akan membahas sedikit perkara yang berkaitan dengan haid, nifas, dan istihadoh.


B. RUMUSAN MASALAH.
 a. Apakah pengertian dan hukum mempelajari ilmu tentang darah haid ?
 b. Bagaimana ciri atau tanda darah haid, nifas, dan istihadoh ?
 c. Larangan bagi wanita haid, dan nifas.

 C. PEMBAHASAN.

1. Pengertian dan hukum mempelajari ilmu haid, nifas, dan istihadoh.

A. Haid atau biasa disebut menstruasi, secara harfiah mempunyai arti sebagai air yang mengalir. Sedangkan menurut arti secara sar,i adalah darah yang keluar dari alat kelamin wanita yang sudah berusia 9 tahun.
B. Nifas menurut bahasa adalah melahirkan, sedangkan menurut sar'i adalah darah yang keluar dari rahim wanita, setelah melahirkan.
C. Istihadoh adalah darah yang keluar di luar kebiasaan, yaitu tidak pada masa haid, dan bukan pula karena nifas (melahirkan).

2. Hukum Mempelajari Ilmu Haid, Nifas, dan Istihadah.

Mempelajari seputar haid, dan hal-hal yang berhubungan dengan wanita, hukumnya wajib ain (wajib bagi setiap individu).
Sehingga bagi seorang suami kharam melarang istri untuk mempelajari ilmu tentang haid, nifas, dan istihadoh, kecuali suami itu mampu memberikan pengajaran.

3. Ciri-ciri serta ketentuan darah haid, nifas, serta istihadoh.

 A. Darah haid
 Sifat darah ini berwarna merah kehitaman yang kental, keluar dalam jangka waktu tertentu, bersifat panas, dan memiliki bau yang khas atau tidak sedap.
Haid yaitu sesuatu yang normal bagi wanita, dan pada setiap wanita kebiasaannya pun berbeda-beda. Ada yang ketika keluar haid, disertai sakit pada pinggul, namun ada yang merasakan sakit. Ada yang lama haidnya tiga hari, ada juga yang lebih dari sepuluh hari. Ada yang keluar didahului dengan lendir yang kuning kecoklatan, ada pula yang langsung keluar berupa darah merah yang kental. Dan pada kondisi seperti inilah yang harus diketahui seorang wanita, karena dengan mengetahui masa dan karakteristik darah haid akar dimana wanita dapat membedakan dengan darah-darah yang lain.

B. Darah nifas.
 Shaih ibu Utsaimin Rohimahullohu mengatakan bahwa darah nifas itu adalah darah yang keluar karena persalinan, baik itu bersamaan dalam proses persalinan, ataupun sebelum dan sesudah persalinan tersebut yang umumnya di sertai rasa sakit. Pendapat ini senada dengan pendapat imam ibnu Taimiah yang mengemukakan bahwa darah yang keluar dengan rasa sakit dan disertai oleh proses persalinan adalah darah nifas.
Batasan nifas :
Minimal masa nifas, satu tetes (sebentar walaupun basahnya darah tidak sampai mengalir).
Umumnya Nifas, 40 hari, dan apabila darah sudah berhenti (tanpa pengecualian waktu) maka wanita wajib mandi untuk bersuci dan melakukan kewajibannya,serta di halalkan baginya atas perkara yang di halalkan bagi wanita suci lainnya.
Adapun batas maksimal menurut pendapat Ulama Stafi,iyah, mayoritas berpendapat masa umumnya masa nifas adalah 40 hari, dan masa maksimalnya adalah 60 hari (dua bulan).

C. Darah Istihadoh.
 Imam Nawawi Rohimahulloh dalam syarah muslim mengatakan bahwa istihadoh adalah darah yang mengalir dari kemaluan wanita, yang bukan pada waktunya dan keluarnya dari aurat. Sifat darah istihadoh pada umumnya berwarna merah segar seperti darah pada umumnya, encer, dan tidak berbau. Darah ini tidak diketahui batasannya, dan dapat berhenti setelah keadaan normal atau darahnya mengering. Wanita yang mengalami istihadoh, dihukumi sama dengan wanita suci, sehingga dia harus tetap sholat, puasa, dan selainnya.

4. Larangan bagi wanita haid, nifas.
a. Sholat.
b. Sujud Sukur.
c. Sujud Tilawah.
c. Towaf.
d. Menyentuh Al-quran.
e. Membaca Al-quran.
f. Membawa Al-quran.
g. Diam dalam mesjid.
h. Puasa.
i. Thalaq.
j. Lewat mesjid jika khawatir atas menetesnya darah.
k. Bersetubuh meski kemaluannya dibungkus.

 KESIMPULAN.





DAFTAR PUSTAKA.
- Ardani Muhammad Risalah Haid, nifas, dan istihadoh, Surabaya Al-miftah. Revisi 2011.
- Adib Sofwan Muhammad, Haid, dan problem wanita menuju wanita sholehah.



Previous
Next Post
0 Komentar untuk "MAKALAH HAID, NIFAS, DAN ISTIHADOH"

Terima Kritik dan Saran..